hampa dan sepi yang sering mendekapku
terpaut erat menjerat di hati dan pikiran
kuberontak tapi kulemah
sering kutelusuri jalan curam
hanya untuk sebuah harapan
harapan yang terkadang tak ada titik terang
terkadang aku hilang akal
tak tahu apa mauku
itu tak terjadi hanya sekali
tapi berulang merisaukan pikiran
sudah terlalu jauh aku tersesat
tersudut aku diujung penantian
memohon uluran tangan
tapi semua tak menyadarinya
dan kini aku menjadi seorang hampa
bingung dengan arah dan tujuan untuk hidup
hanya rahmatNya-lah yang akan menuntunku
dari penantian yang berliku
dan penuh dengan darah pengorbanan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar